Sejumlah tokoh lintas agama mendesak pemerintah membubarkan ormas-ormas radikal yang anti-Pancasila dan ingin mengganti dasar negara Indonesia dengan agama.
Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini mengkhawatirkan jika ormas-ormas radikal atau anti-Pancasila terus dibiarkan, karena bisa menjadi besar dan mengancam keberlangsungan Indonesia yang majemuk.
Desakan pembubaran ormas-ormas itu, kata Helmi, sudah sering disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun Kapolri.
“Jika mereka dibiarkan terus, masyarakat awam akan menganggap ormas semacam ini sebagai ormas yang benar dan dibenarkan oleh negara,” kata Helmi dalam Semiloka bertajuk “Indonesia di Persimpangan: Negara Pancasila vs Negara Agama” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (8/4/2017).
“Kalau ini terus berlangsung, lima hingga 10 tahun yang akan datang, maka jumlah orang yang mendukung radikalisme akan terus berlipat-lipat. Bisa dibayangkan, negara kita bisa hancur seperti Suriah, Yaman dan lain-lain,” sambungnya.
Dirinya mengatakan sebetulnya umat Islam di Indonesia sejak lama bersikap toleran terhadap agama lain. Ia mencontohkan, keberadaan Candi Borobudur yang merupakan tempat suci umat Buddha di Magelang Jawa Tengah tetap menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.
“Orang Islam di Indonesia kalau lagi di luar negeri ditanya, apa wisata terkenal di Indonesia, jawabnya ‘kami punya Candi Borobudur’ candi Buddha terbesar di dunia. Bayangkan, orang Islam mengkampanyekan tempat peribadatan umat Buddha. Ini luar biasa,” ujar Helmi.
Namun, kata Helmi, kerukunan umat beragama itu bisa terancam jika ormas-ormas radikal atau anti-Pancasila dibiarkan berkembang.
Desakan itu muncul dalam Semiloka bertajuk “Indonesia di Persimpangan: Negara Pancasila vs Negara Agama” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (8/4/2017).
Kegiatan itu diadakan sejumlah organisasi seperti Indonesian Conference on Religions and Peace (ICRP), lembaga Dialog Antara Iman Interfidei, Maarif Institute, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), Komnas HAM, Jaringan Antar Iman Indonesia (JAII), Sejuk, dan lain-lain.
Tokoh-tokoh agama yang hadir dan mendesakkan pembubaran ormas-ormas intoleran dan anti-Pancasila diantaranya Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Albertus Patty, Direktur DIAN Interfidei Elga Marpaung, dan lain-lain.
Posting PBNU Tuntut Pembubaran Ormas Anti-Pancasila Demi Keutuhan Bangsa ditampilkan lebih awal di Topikindo.
0 komentar:
Posting Komentar